Nasehat Untuk Para Pemuda


Setiap orang pasti menginginkan sebuah kesuksesan, baik  di  dunia terlebih lagi juga kesuksesan akhiratnya. Begitu juga bagi seorang pemuda, sukses adalah sebuah harapan bagi mereka.  Hidup bahagia, tentram dan serba berkecukupan, merupakan idaman bagi setiap orang diantara kita. Akan tetapi satu pertanyaan yang harus kita jawab adalah apa yang sudah engkau lakukan wahai pemuda, untuk menggapai semua harapanmu? Sudahkah kita berjuang keras untuk menggapainya, apa aktivitas keseharianmu untuk menuju pintu harapan itu. Ataukah harapan dan cita-cita  itu hanya ada dalam angan-anganmu saja. Wahai saudaraku, banyak diantara kita menginginkan sebuah kesuksesan akan tetapi perilaku keseharian kita jauh dari perilaku yang dilakukan oleh orang-orang sukses, perilaku kita adalah perilaku yang hanya kita dapatkan pada orang-orang yang gagal dalam kehidupannya. Oleh karena itu, mungkinkah sebuah kesuksesan akan hadir dalam kehidupan kita.

Sukses tidak akan mungkin hadir ditengah-tengah orang yang kesehariannya hanya nongkrong di perempatan, menghembuskan asap tebal dari mulut-mulut mereka sambil melantunkan lagu dengan gitarnya, kesuksesan tidak akan mungkin bertamu kepada kita jika waktu yang ada hanya kita habiskan untuk menonton film dan sinetron.  Menjual waktu berharga mereka hanya untuk digadai dengan bermain Play Station (PS) setiap harinya. Maka sungguh celaka para pemuda yang hidup mereka bersemboyankan kata-kata yang mustahil akan mereka dapatkan “Kecil bahagia, muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk surga” ini adalah semboyan para pujangga yang hanya punya impian dan angan-angan belaka dalam benaknya tanpa ada usaha untuk menggapainya. Semboyan yang hanya melekat pada pikiran orang-orang pemalas dan pengangguran.  Hidup mereka hanya mengantungkan pada belas kasihan orang lain, dalam benaknya hanya warisan dan harta yang berlimpah yang hinggap ke dalam kehidupan mereka dengan mudahnya kemudian akan berangan-angan dengannya.

Wahai pemuda, gunakan masa mudamu sebaik mungkin, karena itu adalah kesempatan yang diberikan Allah kepadamu sebelum datang masa tuamu. Waktu adalah salah satu nikmat Allah yang sangat berharga, nikmat waktu  adalah nikmat yang paling banyak manusia tertipu didalamnya.  Imam Bukhori dalam kitab shohihnya, telah meriwayatkan dari jalan Ibnu Abbas, bahwa Rosulullah SAW bersabda:

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ (رواه البخاري)

Artinya: Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu (merugi) didalamnya, yaitu KESEHATAN dan WAKTU Luang (H.R al-Bukhori dalam kitab shohihnya)

Al-Imam Ibnu Qoyyim al-jauziyah berkata: “Adakalanya manusia itu sehat fisiknya akan tetapi tidak mampu mempersiapkan diri untuk akhiratnya (karena tersibukkan urusan dunia), adakalanya dia cukup punya waktu akan tetapi tidak sehat fisiknya, maka jika keduanya ada pada seseorang sedangkan ia dihinggapi penyakit malas dalam taat kepada Allah swt, maka dialah orang-orang yang merugi (maghbuun).

Saudaraku marilah kita instrospeksi diri kita masing-masing, sudahkah kita betul-betul menggunakan waktu kita dengan sebaik-baiknya. Waktu yang kita sibukkan dengan sesuatu yang berharga dan bernilai untuk kehidupan kita mendatang. Kesibukan yang akan menghantarkan kita pada pintu gerbang kesuksesan, dan memberikan kita angin segar dari jendela kebahagiaan yang dihadiahkan Allah swt karena jerih payah kita untuk menggapainya. Sudahkah kita membaca biografi Rosulullah saw di masa mudanya, masa muda yang penuh dengan per juangan dan optimisme, masa muda yang beliau pergunakan untuk meraih kesuksesaan. Demi Allah! Kita akan sangat terheran dan takjub atas apa yang dilakukan oleh rosulullah dalam mengisi masa mudanya. Maka sungguh tidaklah mengherankan jika hanya dalam waktu yang sangat singkat, Rosulullah saw mampu merubah sebuah negeri yang diliputi kejahiliyahan dan keterbelakangan menjadi sebuah negeri yang mampu memimpin dunia yang penuh dengan kemilau cahaya kemakmuran dan ketentraman dibawah keridhoan Allah swt. Tidak hanya itu, kesuksesan rosulullahpun diakui oleh dunia Internasional baik dari kalangan muslim maupun non muslim, beliau di juluki sebagai orang no wahid  yang paling berpengaruh di dunia yang tidak akan pernah ada tandingan dan penggantinya. Terkadang merubah diri saja, kita  tidak mampu, maka bagaimana mungkin kita mampu merubah keluarga dan lingkungan kita. Berapa banyak biografi orang-orang sukses yang telah kita baca, wahai saudaraku? Berapa banyak buku yang bermanfaat yang telah kita selesaikan? Atau justru komik dan novel yang selalu menghiasi mata dan mengisi hati kita, serta tertata lengkap dalam setiap sudut dan ruang perpustakaan yang kita punya?

Ibnu Mas’ud R.A berkata: “aku tiada menyesali sesuatu sebagaimana penyesalanku terhadap sehari yang matahari terbenam padanya, dengannya jatah usiaku berkurang sedangkan amalku tidak bertambah” beliau juga mengatakan bahwa:  “saya membenci orang yang nganggur, mereka tidak mengerjakan amalan duniawi dan juga amalan akhirat.” Saudaraku, orang yang nganggur itu tidak memiliki harga dan wibawa dimata manusia, dan orang yang menyibukkan dengan amalan yang tidak bermanfaat adalah orang yang menyiapkan kegagalan untuk masa tuanya. Jika kita membaca kisah orang-orang sukses maka kita akan sangat malu kepadanya, seorang ulama bernama Ubaid Bin Ya’isi (guru Imam bukhori) berkata:“selama tiga puluh tahun aku tidak pernah makan malam dengan tanganku sendiri, dan saudari perempuankulah yang menyuapiku, sedangkan tanganku sibuk menulis hadist.” Subhaanallah, sungguh amat berharga waktu bagi mereka, sampai-sampai waktu untuk makan saja mereka pergunakan sambil membaca dan menulis buku. Bagaimana dengan kita? Bukankah waktu belajar sering kita pergunakan untuk makan, menghabiskan waktu seharian hanya untuk menuju tempat-tempat yang tidak lain hanya untuk mengisi perut semata.  Tidaklah sulit kita menemukan para pemuda yang sedang asyik nongkrong di tempat-tempat minuman (angkring) di sepanjang jalan raya.  Menghabiskan waktu semalaman hanya untuk menikmati minuman dan gorengan yang disajikan disana, sambil mengobral obrolan yang tidak punya nilai dan manfaat baginya. Maka sungguh celaka bila perilaku ini mengisi dan menghiasi kehidupan para pemuda, pemuda yang menjadi tumpuan harapan bagi setiap orangtuanya, generasi penerus untuk agama, bangsa dan negaranya.

Wahai saudaraku, semoga Allah tidak menggolongkan kita dalam golongan orang-orang yang tertipu (maghbuun) akan tetapi menggolongkan kita sebagai orang-orang yang beruntung, marilah kita pergunakan waktu sebaik mungkin, sebab waktu itu ibarat sebuah pedang, tinggalkanlah sikap yang menunda-nunda pekerjaan sebab tiada sesuatu yang lebih berbahaya darinya, semoga Allah selalu membimbing dan memberikan kesuksesan kepada kita. Ada sebuah nasehat dari seorang ulama kepada kita para pemuda yang harus kita renungkan bersama, ketika seorang ulama itu berwasiat kepada anaknya: “Wahai Anakku yang kusayangi,.. Ketahuilah sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam di dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama taqwa, isinya iman dan layarnya adalah tawakkal kepada Allah SWT” semoga nasehat ini selalu memenuhi ruang hati kita, menjadi bahan bakar bagi jiwa kita untuk bangkit meraih kehidupan dan setiap harapan dalam diri kita dalam rangka mencari keridhoan Allah swt semata.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *